RSS
Write some words about you and your blog here

Tugas Resume Mata Kuliah Perilaku Dalam Berorganisasi

Materi 8 : Struktur Organisasi

Struktur Organisasi merupakan suatu pembagian, pengelompokan dan pengordinasian tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Struktur Organisasi merupakan bentuk spesifik dari kerangka kerja organisasi. Stuktur Organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan. Tujuan Struktur Organisasi yaitu :
·         Membagi pekerjaan yang harus dilakukan ke sejumlah departemen
·         Membagi-bagi tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan masing-masing pekerjaan
·         Mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi
·         Membangun hubungan antar individu, kelompok dan departemen
·         Menetapkan garis wewenang
·         Mengalokasikan dan menggunakan secara efektif sumber daya organisasi

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi struktur organisasi yaitu strategi organisasi, skala organisasi, teknologi, dan lingkungan. Strategi akan menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi disusun diantara para manajer dan bawahan, kemudian besarnya organisasi berpengaruh terhadap pembuatan struktur organisasi serta ditopang oleh kemajuan teknologi dan perkembangan lingkungan internal maupun eksternal organisasi. Unsur-unsur dalam struktur organisasi yaitu pembagian kerja (division of work), pengelompokan pekerjaan (departmentalization), penentuan relasi antar bagian organisasi (hierarchy), formalisasi.
·         Pembagian Kerja (Division of work)
Upaya untuk menyederhanakan seluruh kegiatan dan pekerjaan yang telah disusun dalam proses perencanaan yang mungkin saja bersifat komplek menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang sederhana dan spesifik tersebut.

·         Pengelompokan Kerja (Departmentalization)
Pengelompokan Pekerjaan atau Departementalisasi pada dasarnya adalah Proses pengelompokkan dan penamaan bagian atau kelompok pekerjaan berdasarkan criteria tertentu. Setelah pekerjaan dispesifikasikan, kemudian pekerjaan-pekerjaan tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu yang sejenis.

·         Penentuan relasi antar bagian organisasi (Hierarchy)
Hierarcy adalah proses penentuan relasi antar bagian dalam organisasi, baik secara vertikal maupun secara horisontal. Terdapat 2 konsep penting dalam hierarchy, yaitu rantai komando dan rentang kendali. Rantai komando menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari hirarki yang paling tinggi, misalnya hingga hirarki yang paling rendah. Rentang Komando ini juga menjelaskan bagaimana batasan kewenangan dibuat dan siapa dan bagian mana akan melapor ke bagian mana. Sedangkan rentang kendali yaitu terkait dengan jumlah orang atau bagian di bawah suatu departemen yang akan bertanggung jawab kepada manajer departemen atau bagian tertentu.
·         Formalisasi
Tingkat dimana pekerjaan dalam organisasi itu dibakukan, seperti :
·         Prosedur terdefinisi dengan jelas
·         Aturan ditetapkan dan dilakukan sesuai ketentuan



Materi 9 : Organisasi Formal dan Organisasi Informal

Organisasi Formal kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan baik yang menerangkan hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, bagaimana bentuk saluran-saluran, melalui apa komunikasi berlangsung, menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya.
Organisasi Informal kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari dan sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan di dalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.
Jenis-jenis kelompok informal,
·         Horizontal Cliques
yaitu kelompok informal yang keanggotaannya terdiri dari orang-orang yang berada pada tingkatan manajemen yang sama dan bekerja dalam bidang yang sama.
·         Vertical Cliques
yaitu kelompok informal yang keanggotaannya terdiri dari orang-orang yang berada pada tingkatan manajemen yang berbeda-beda, akan tetapi dalam suatu bidang yang sama.
·         Random Cliques
yaitu kelompok informal yang keanggotaannya terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai tingkatan manajemen dan yang berasal dari berbagai bidang.

Kelebihan dari organisasi informal, yaitu memberi dukungan terhadap organisasi, menstimulasi komunikasi sebagai alat komunikasi tambahan, pemuas kepentingan sosial.
Sedangkan kekurangannya yaitu, sumber desas desus, menciptakan konflik, mendorong penolakan terhadap perubahan organisasi.



Materi 10 : Kebijaksanaan SDM

Rekrutmen : Proses pencarian atau mengundang calon-calon tenaga kerja yang mempunyai kemampuan sesuai dengan rencana dan kebutuhan organisasi di waktu tertentu, untuk melamar kerja.
Seleksi : Proses memilih seseorang dari kelompok pelamar yang paling cocok atau mampu menduduki posisi tertentu dan untuk organisasi.

Rekrutmen merupakan upaya perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja yang diperlukan sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan tenaga kerja. Metode rekrutmen internal yaitu, penataran, pemindahan, pengangkatan, penempatan, inventarisasi keahlian. Jenis rekrutmen:
·         Rekrutmen Internal
Proses untuk mendapatkan tenaga kerja atau sumber daya manusia yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan tenaga kerja yang sudah ada atau yang sudah dimiliki oleh perusahaan.
·         Rekrutmen Eksternal
Perusahaan mendapatkan tenaga kerja atau sumber daya manusia yang akan ditempatkan pada suatu jabatan tertentu dengan memperolehnya dari luar perusahaan, atau seringkali dinamakan sebagai outsourcing.

Keuntungan dari rekrutmen internal, biaya relatif murah karena tidak perlu proses seleksi seperti rekrutmen eksternal, organisasi mengetahui pekerja yang memiliki kemampuan untuk jabatan yang kosong, pekerja memiliki motivasi yang tinggi karena mengetahui kemungkinan peningkatan, pengembangan karier jelas, pekerja telah memahami secara baik kebijakan, prosedur, ketentuan dan kebiasaan organisasi. Sedangkan untuk kerugian dari rekrutmen internal yaitu tidak selalu memberikan perspektif baru dan pekerja yang dipromosikan akrab dengan bawahannya sehingga sulit menjalankan kewenangan dan kekuasaannya.
Keuntungan dari rekrutmen eksternal yaitu, memiliki gagasan dan pendekatan baru, bekerja mulai dengan lembaran bersih dan memperhatikan spesifikasi pengalaman, tingkat pengetahuan dan keahlian tidak tersedia dalam perusahaan yang sekarang. Sedangkan, untuk kerugian dari rekrutmen eksternal yaitu, moral dan komitmen karyawan rendah dan periode penyesuaian yang relatif lama.


Penilaian Kerja
Proses mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan, dengan cara membandingkan sasaran dengan persyaratan deskripsi pekerjaan yang telah ditetapkan.
Tujuan dan manfaat dari penilaian kerja :
·         Performance Improvement : memungkinkan pegawai dan manajer untuk mengambil tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja.
·         Compensation Adjustment : membantu pengambilan keputusan untuk menentukan siapa saja yang berhak meneriman kenaikan gaji.
·         Placement decision : menentukan promosi, transfer, dan demosi.
·         Training and Development needs : mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan.
·         Career planning & development : memandu untuk menentukan jenis dan potensi karir yang dapat dicapai.
·         Staffing process deficiencies : mempengaruhi proses perekrutan pegawai.
·         Informational inaccuracoes and job-design errors : membantu menjelaskan kesalahan.
·         Equal employment opportunity : menunjukkan tidak adanya perbedaan atau diskriminasi dalam penempatan.
·         External challenges : mengetahui faktor luar yang mengganggu kinerja pegawai.
·         Feedback : umpan balik untuk individu atau perusahaan.

Elemen Penilaian Kinerja,
·         Performance Standart
        Validitas : keabsahan standar penilaian (sesuai dan relevan dengan jenis pekerjaan yang akan dinilai).
        Agreement : standart penilaian disetujui dan diterima oleh semua pegawai.
        Realistis : dapat dicapai sesuai dengan kemampuan.
        Obyektif : Mampu mencerminkan keadaan yang sebenarnya tanpa menambah atau mengurangi kenyataan.
·         Criteria for Managerial Performance
        People-based criteria : dibuat berdasarkan kemampuan pribadi.
        Product-based criteria : kriteria dibuat berdasarkan jenis output yang akan dicapai.
        Behaviour-based criteria : dibuat berdasarkan perilaku-perilaku yang diharapkan sesuai dengan aspek-aspek hukum, dan etika.
·         Performance Measures
·         Menggunakan sistem penilaian yang relevan.

Masalah dalam Penilaian Kinerja,
·         Halo Effect : satu aspek penilaian mempengaruhi aspek lainnya.
·         Liniency Effect : harus berbuat baik pada pegawai.
·         Severity Effect : harus menekan pegawai.
·         Central Tendency : menilai rata-rata.
·         Assimilation Effect : penilai cenderung menyukai pegawai yang mempunyai ciri-ciri atau sifat seperti mereka.
·         Differential Effect : penilai cenderung menyukai pegawai yang mempunyai ciri-ciri atau sifat yang tidak ada pada dirinya.
·         Recency Effect : memberikan penilaian atas dasar perilaku yang baru disaksikan.



Materi 11 : Budaya Organisasi

Budaya Organisasi merupakan nilai-nilai dan norma yang dianut dan dijalankan oleh sebuah organisasi terkait dengan lingkungan dimana organisasi tersebut menjalankan kegiatannya. Fungsi budaya itu sendiri sebagai pembatas peran yang membedakan antara organisasi yang satu dengan yang lainnya, memberikan identitas tertentu bagi anggotanya, membangun komitmen dan stabilitas sistem sosial, dan juga sebagai mekanisme control perilaku individu dalam organisasi.
5 Tahap perubahan budaya :
·         Deformative (Tahap gagasan perubahan) yaitu perubahan budaya belum benarbenar terjadi, baru sebatas gagasan yang menegaskan bahwa perubahan budaya perlu dilakukan. Pada tahap ini biasanya terjadi shock therapy dan mendramatisir pemaparan perlunya perubahan budaya.
·         Reconsiliative (Tahap dukungan gagasan perubahan) yaitu adanya dukungan berbagai pihak terhadap gagasan perubahan budaya. Pada tahap ini terjadinya negosiasi terhadap pelaku budaya baik dari pihak inisiator atau pendorong perubahan maupun pihak yang tidak setuju perubahan budaya.
·         Acculturative (Tahap komunikasi dan komitmen) yaitu terjadinya komunikasi yang intensif terhadap kesepakatan yang diperoleh pada tahap sebelumnya untuk menciptakan komitmen.
·         Enactive (Tahap pelaksanaan perubahan) yaitu pelaksanaan hasil pemikiran, pembahasan dan diskusi tentang budaya baru. Pelaksanaan ini terdapat 2 bentuk:
        personal enactment (masingmasing individu melakukan tindakan yang memungkinkan budaya menjadi bagian dari kehidupan mereka).
        collective enactment (para pelaku budaya secara bersamasama memecahkan persoalan cultural yang selama ini masih menggantung).
·         Formative (Tahap pembentukan struktur dan bentuk budaya) yaitu saat membentuk dan mendesain struktur budaya sehingga budaya yang dulunya invisible menjadi visible bagi semua anggaota organisasi.

Pendekatan Perubahan Budaya,
·         Pendekatan agresif (Aggressive approach) : Perubahan budaya dengan menggunakan pendekatan kekuasaan, nonkolaboratif, membuat konflik, sifatnya dipaksakan, sifatnya winlose, unilateral dan menggunakan dekrit.
·         Pendekatan jalan damai (Conciliative approach) : Perubahan budaya dilakukan secara kolaboratif, dipecahkan bersama, winwin, integratif dan memperkenalkan budaya yang baru terlebih dahulu sebelum mengganti budaya yang lama.
·         Pendekatan korosif (Corrosive approach) : Perubahan budaya yang dilakukan dengan pendekatan informal, evolutif, tidak terencana, politis, koalisi dan mengandalkan networking. Budaya lama sedikit demi sedikit dirusak dan diganti dengan budaya baru.
·         Pendekatan indoktrinasi (Indoctrinative approach) : Pendekatan yang bersifat normative dengan menggunakan program pelatihan dan pendidikan ulang terhadap pemahaman budaya yang baru.

Resistensi Budaya,
·         Culture of denial (Pengingkaran) : Munculnya persepsi tentang pengingkaran komitmen perusahan kepada karyawan untuk tetap mempertahankan lingkungan kerja yang kondusif.
·         Culture of fear (Ketakuatan) : Munculnya kekhawatiran, stres, depresi dan takut terhadap dampak perubahan yang akan terjadi.
·         Culture of cynism (Sinisme) : Munculnya persepsi bahwa perubahan budaya hanya rekayasa sebagian orang dan tidak sungguhsungguh serta hanya untuk kepentingan sebagian pihak saja.
·         Culture of selfinterest (Mementingkan diri sendiri) : Munculnya sikap dan perilaku mementingkan diri sendiri dengan mencari peluang di luar perusahaan.
·         Culture of distrust (Ketidakpercayaan) : Munculnya perasaan saling curiga terhadap sesama mitra kerja (horizontal) dan kepada eksekutif (vertical).
·         Culture of anomie (Ketidakstabilan social) : Munculnya perubahan sosial akibat perubahan gaya kepemimpinan, sikap, pola pikir dan perilaku yang lama.

Bentuk Reaksi terhadap perubahan budaya,
·         Active acceptance yaitu karyawan menerima apa adanya perubahan budaya.
·         Selective reinvention yaitu karyawan mencoba mendaur ulang beberapa elemen budaya lama seolaholah menjadi budaya baru.
·         Reinvention yaitu secara umum karyawan enggan melakukan perubahan.
·         General acceptance yaitu karyawan mau menerima perubahanmeski tidak sepenuhnya, ada beberapa yang ditolak dengan asumsi budaya lama lebih cocok.
·         Dissonance yaitu karyawan mengalami keraguan antara menerima dan menolak perubahan.
·         General rejection yaitu secara umum karyawan menolak perubahan meski perubahan masih diterima dengan alasan budaya lama tidak lagi kondusif.
·         Reinterpretation yaitu secara umum karyawan mencoba menginterpretasikan perubahan dan menyesuaikan diri.
·         Selective reinterpretation yaitu karyawan menginterpretasikan kembali beberapa komponen budaya dan menolak sebagian yang lain.
·         Active rejection yaitu karyawan serta merta menolak perubahan budaya.




Materi 12 : Perubahan Organisasi

Perubahan Organisasi merupakan sebuah perubahan dari orang, struktur, atau teknologi dari sebuah organisasi. Kekuatan pendorong perubahan bisa dari eksternal maupun internal. Pengaruh eksternal seperti pasar, peraturan pemerintah, teknologi, perubahan ekonomi. Kemudian untuk pengaruh dari internal sendiri yaitu seperti strategi organisasi, angkatan kerja, peralatan baru, sikap karyawan.

Persoalan dalam perubahan organisasi,
·         Perubahan Budaya Organisasi:
Budaya kebal terhadap perubahan,
        Pembentukannya membutuhkan waktu yang lama
        Cenderung menjadi berurat dan berakar
Faktor situasi dalam perubahan budaya:
        Terjadi krisis yang dramatis
        Pergantian pimpinan
        Organisasinya muda dan kecil
        Budayanya lemah

·         Menangani Stress Karyawan
        Stress adalah tekanan fisik dan psikologis yang dirasakan seseorang ketika menghadapi hambatan, tuntutan atau peluang yang luar biasa dimana hasilnya dianggap tidak pasti dan penting.
·         Mengurangi Stress
        Seleksi Karyawan
        Hubungkan dengan Tasks, Duties, and Responsibilities (TDR’s)
        Tinjauan pekerjaan yang realistis
        Improvisasi Komunikasi Organisasi
        Program perencanaan kinerja
        Perencanaan ulang pekerjaan
        Memberikan progam bimbingan konseling
        Program manajemen waktu
        Program pemulihan atau kebugaran
·         Membuat Perubahan yang sukses
        Menciptakan pernyataan perubahan yang dapat dipahami
        Berkomunikasi secara jujur
        Partisipasi karyawan sebanyak mungkin
        Menghormati keprihatinan karyawan terhadap perubahan tetapi juga mendorong karyawan untuk lebih fleksibel
        Menyingkirkan yg menolak perubahan.




Materi 13 : Stress Kerja dan Konflik

Stress adalah adalah tekanan fisik dan psikologis yang dirasakan seseorang ketika menghadapi hambatan, tuntutan  atau peluang  yang luar biasa dimana hasilnya dianggap tidak pasti dan penting. Sumber stress bisa bersumber dari beberapa hal, misalnya dari individu sendiri (seperti misalnya keluarga, ekonomi, persepsi, dll), lingkungan (misalnya politik, ekonomi, teknologi, dll), organisasi (misalnya, tugas, sarana, kepemimpinan, aturan, dll). Dampak yang dihasilkan dari stress dapat berupa sakit kepala, tekanan darah tinggi, sakit hati, depresi, gelisah, produktivitas rendah, keluar, dll. Pengelolaan stress dapat melalui pendekatan individu yaitu pengelolaan waktu, relaksasi, sosialisasi. Dan juga dapat melalui pendekatan organisasi yaitu dengan merancang ulang pekerjaan, penempatan yang sesuai, komunikasi yang efektif, memperbaiki program kesejahteraan bagi karyawan, dan lain-lain.
Konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat atau sudut pandang yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Konflik Organisasi yaitu ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumberdaya-sumberdaya yang terbatas atau karena adanya perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi.

Pandangan tentang konflik :
·         Pandangan Lama
        Konflik dapat dihindarkan.
        Konflik disebabkan oleh kesalahan-kesalahan manajemen dalam perancangan dan pengelolaan organisasi atau oleh pengacau.
        Konflik menganggu organisasi dan menghalangi pelaksanaan optimal.
        Tugas manajemen adalah menghilangkan konflik.
        Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan penghapusan konflik.
·         Pandangan Baru
        Konflik tidak dapat dihindarkan.
        Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk struktur organisasi, perbedaan tujuan yang tidak dapat dihindarkan, dll.
        Konflik dapat membantu atau menghambat pelaksanaan organisasi dalam berbagai derajat.
        Tugas menajemen adalah mengelola tingkat konflik dan penyelesaiannya.
        Pelaksanaan kegiatan organisasi yang membutuhkan tingkat konflik yang moderat.

Jenis-jenis Konflik :
·         Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.

·         Konflik Interpersonal
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.
·         Konflik antar individu dan kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompok dimana ia berada.

·         Konflik kelompok dan kelompok
Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi-organisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.

·         Konflik antar organisasi
Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

Kiat Sukses Membangun Toko Online

Memang tak mudah untuk membangun bisnis retail di internet. Namun jika lima kebutuhan konsumen ini berhasil dipenuhi, maka kesuksesan tinggal menunggu waktu saja. Demikian dikatakan oleh Abbi Angkasa Perdana, distributor sekaligus pebisnis retail perangkat teknologi terkini. Menurutnya, ada lima services yang dicari konsumen dalam berbelanja online.

"Kalau dalam online store, yang dilihat orang cuma services," kata dia coba menganalisis tren pasar bisnis online retail, Sabtu (12/11/2011).

Kelima services tersebut, menurut Abbi, pembayarannya mudah, punya banyak pilihan pembayaran, barangnya diantar dengan cepat, ketika komplain ada yang melayani, serta perusahannya bisa terus menjaga kepercayaan konsumen.

"Jika semua itu terpenuhi, pelanggan akan merasa sangat dimanjakan. Akhirnya, timbul rasa ketergantungan dan keterikatan. Saat ini belum banyak yang melakukan cara itu," ujarnya lebih lanjut.

Berdasarkan tren kebutuhan pasar itu pula, Abbi yang memimpin perusahaan SatuSolusi Intermedia Utama, meluncurkan portal online trading khusus gadget-gadget terkini dalam situs juragangadget.com.

Situs jual beli dan forum komunitas pecinta gadget ini, kata Abbi, mencoba hadir sebagai jawaban atas tren positif transaksi online di Indonesia dan terus meroketnya permintaan pasar atas gadget mutakhir di dunia maya.

"Direct selling untuk online transaction kami naik 170%. Sementara yang walk-in ke mal dan pusat perbelanjaan elektronik cenderung flat. Hype online trasaction mulai tinggi-tingginya saat ini," ungkap dia.

Alasan lain kenapa memilih berkecimpung untuk di segmen online, dijelaskan oleh Abbi karena investasinya yang lebih kecil dibandingkan dengan hanya membuka toko fisik seperti di mal dan pusat perbelanjaan lainnya.

"Investasinya tidak sebesar membangun toko karena di online cuma perlu gudang penyimpanan, database, dan segala kebutuhan untuk network di internet. Biayanya bisa dipangkas 1:8 sampai 1:10 dibanding buka toko fisik, tapi hasil penjualannya bisa 1:2 dari toko fisik tadi," paparnya.



source :: detikinet.com

Perilaku dalam Berorganisasi

Perilaku Keorganisasian

Kegunaan mempelajari Perilaku Keorganisasian :
·         Mencapai tujuan
·         Menjaga dari perilaku perorangan, kelompok dan struktur dalam organisasi
·         Mencapai efisiensi dan efektivitas

Organisasi
yaitu Sebuah sistem yang terdiri dari sekelompok individu yang melalui suatu hierarki sistematis dalam pembagian kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Keberhasilan suatu organisasi :
  • Mampu tidaknya manajer menjalankan fungsi manajemennya
  • Tersedianya tenaga operasional yg trampil sesuai dengan bidangnya
  • Tersedianya anggaran yg memadai
  • Tersedianya sarana & prasarana kerja
  • Adanya mekanisme kerja yg sesuai
  • Iklim kerja yg positif
Terdapat 4 Manajemen Proses, yaitu :
Planning
– mendefinisikan tujuan, membangun strategi, dan mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan.
Organizing
– menentukan apa tugas-tugas yang harus dilakukan, siapa yang melakukannya, bagaimana tugas-tugas harus dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, dan dimana keputusan harus dibuat.
Actuating
– memotivasi karyawan, mengarahkan kegiatan orang lain dalam sebuah tim yang baik.
Controlling
– Proses pemantauan kinerja, membandingkannya dengan tujuan, dan mengoreksi setiap penyimpangan
yang terjadi secara signifikan.

Peran Manajer menurut Henry Mintzberg (Donelly et al, 1987)
dalam mempelajari aktivitas para manajer puncak menyimpulkan bahwa hari - hari kerja seorang manajer dipenuhi dengan berbagai kegiatan yang dapat dikelompokkan dalam 3 macam peran :
• Peran antarpribadi
  Sebagai Tokoh, Pemimpin, Penghubung
• Peran informasional
  Sebagai Pemantau, Penyebar, Juru Bicara
• Peran keputusan
  Sebagai Alokator Sumber Daya, Perunding, Wirausaha

OB atau Organisasi Behavior yaitu merupakan cara berpikir pada tingkat individu, kelompok dan organisasi. OB bersifat yang menggunakan prinsip, model, teori, dan metode. Disiplin ilmu dalam OB : Psikologi, Sosiologi, Antropologi, Politik. OB berorientasi kemanusiaan yaitu manusia dan perilakunya seperti persepsi, kapasitas pembelajaran, kepribadian dan motivasi dalam bekerja yang berhubungan dengan faktor eksternal dan sangat tergantung pada metode ilmiah yang menuntut rasionalitas.
Beberapa Disiplin Ilmu dalam OB :
  • Psikologi : ilmu yg berusaha mengukur, menjelaskan dan kadang mengubah perilaku manusia dan binatang lain secara individu (problem kelelahan, stress persepsi, kepribadian, pelatihan, dll).
  • Sosiologi : mempelajari sistem sosial dimana individu2 mengisi peran-peran mereka (dinamika kelompok, desain tim, budaya organisasi, struktur komunikasi, konflik, dll).
  • Psikologi sosial : memadukan konsep-konsep psikologi dan sosiologi. Fokus pada pengaruh orang pada orang lain (pola komunikasi, proses pengambilan keputusan kelompok, dll).
  • Antropologi : Mempelajari masyarakat dan kegiatannya, budaya dan lingkungannya. (lingkungan organisasi, budaya nasional, dll).
  • Politik : Mempelajari perilaku individu dan kelompok dalam suatu lingkungan politik (mstruktur konflik, alokasi kekuasaan, manipulasi kekuasaan, dll).



Dasar-dasar Perilaku Individu

Karakter Biografik
Yaitu sifat pribadi tiap individu yang obyektif dan mudah diperoleh dari catatan pribadi individu. (Usia, Jenis Kelamin, Status Perkawinan, jumlah tanggungan, masa kerja, dll). Dalam organisasi, dikaitkan dengan kinerja dan kepuasan kerja.

Usia
- Usia bertambah, kinerja menurun
- Jumlah tenaga kerja usia lanjut meningkat
- Semakin tua usia seseorang, kemungkinan turn over kecil
- Usia berbanding terbalik dengan ketidakhadiran
- Usia dan kepuasan kerja berasosiasi positif

Jenis Kelamin
Perbedaan gender tidak selalu mempengaruhi kinerja
- Perbedaan gender tidak mempengaruhi kepuasan kerja individu
- Perbedaan gender tidak mempengaruhi turn over
- Tingkat absensi perempuan lebih tinggi

Status Perkawinan
Status perkawinan tidak mempengaruhi kinerja seseorang
- Status perkawinan menurunkan tingkat absen, turn over, dan meningkatkan kepuasan kerja

Masa Kerja
Tidak berkorelasi dengan kinerja
- Ada hubungan negatif antara masa kerja dan tingkat absen serta turn over

Kemampuan
Kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan
- Macam kemampuan:
  Intelektual : kemampuan yg diperlukan utk mengerjakan aktivitas mental.
  Fisik : kemampuan yg diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kekuatan dan kecakapan.
- Berkorelasi positif dengan kinerja.

Kepribadian
Cara-cara yang digunakan oleh individu untuk bereakasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.
- Faktor yg menentukan kepribadian ; Keturunan yang bersifat abadi, Lingkungan, Situasi.

Persepsi
- yaitu proses dimana seseorang mengorganisasi dan menginterpretasi sensor/kesan yg ditangkapnya untuk mengartikan lingkungan
- perilaku orang didasari oleh persepsi mereka terhadap sesuatu, bukan pd kenyataan yg terjadi.


Nilai, Sikap dan Kepuasan Kerja

Nilai / Value
Nilai merupakan keyakinan mendasar yang menggambarkan pendirian individu bahwa sesuatu hal atau perilaku lebih baik atau benar daripada hal atau perilaku yang lain. Nilai memberikan dasar pengertian tentang sikap dan motivasi seseorang dan mempengaruhi persepsi dalam memandang suatu hal, sikap atau masalah.
Ada 6 Tipe Nilai (menurut Allport and Associate (dalam Robins, 1993))
Theoritical : Nilai yang mengutamakan penemuan atau pencarian kebenaran melalui pendekatan rasional dan kritikal.
Economic : Nilai yang menekankan kegunaan dan kepraktisan.
Aesthetic : Nilai yang mengagungkan bentuk dan keharmonisan.
Social       : Nilai yang menekankan kecintaan terhadap orang-orang.
Political    : Nilai yang menitik beratkan pada kekuasaan dan pengaruh.
Religious  : Nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan pemahaman yang sama tentang alam semesta.

Sikap / Attitudde
Pernyataan atau pertimbangan evaluatif (baik yang diinginkan atau yang tidak) mengenai objek, orang, atau peristiwa. Mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu.

3 Tipe Sikap :
- Job satisfaction (kepuasan kerja): berkenaan dengan sikap umum individu terhadap pekerjaannya. Jika kepuasan kerja tinggi maka sikap terhadap pekerjaannya adalah positif, begitu pula sebaliknya.
- Job involvement (keterlibatan kerja): menunjukkan tingkat pengenalan dan keterlibatan diri dengan pekerjaan, serta kesadaran seseorang bahwa performance penting bagi dirinya. Orang yang memiliki tingkat keterlibatan kerja tinggi maka ia akan lebih memperhatikan pekerjaannya.
- Organizational commitment (komitmen kepada organisasi) : menunjukkan tingkat pengenalan, keterlibatan dan kesetiaan kepada organisasi, serta harapan dapat mempertahankan status keanggotaannya.

Komitmen Organisasi :
• Tingkat pengenalan, keterlibatan dan kesetiaan kepada organisasi, serta harapan dapat mempertahankan status keanggotaannya.
• Tingkat komitmen tinggi, tingkat absen dan turn-over rendah.
• Tingkat komitmen kepada organisasi lebih tepat dalam mengukur turn over seseorang daripada tingkat kepuasan kerjanya.

Kepuasan Kerja
• Sikap individu secara umum terhadap pekerjaannya.
• Seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan/tidaknya pekerjaan mereka.
• Hasil akhir yang komplek dari berbagai macam unsur pekerjaan, yaitu orang, peraturan, organisasi, serta lingkungan.
- Kepuasan Kerja sendiri ditentukan oleh :
• Mentally challenging work
• Equitable rewards (imbalan yang sesuai)
• Supportive working conditions
• Supportive collagues
• Personality - job fit
Pengaruh Kepuasan Kerja :
• Produktivitas : hubungan tidak konsisten. Produktivitas juga ditentukan oleh mekanisme pasar dan kemampuan mesin.
• Absen : ada korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan tingkat absen.
• Turnover : ada korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan turnover (korelasinya lebih kuat dari absen).


Motivasi
- Pengertian motivasi secara umum yaitu, merupakan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang, atau menggerakkanseseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuannya.

- Menurut Mc. Donald, yang dikutip Oemar Hamalik (2003:158) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dengan pengertian ini, dapat dikatakan bahwa motivasi adalah sesuatu yang kompleks.

- Menurut A.M Sadirman (2005:75), Motivasi dapat juga diartikan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelak perasaan tidak suka itu.

Tiga komponen Motivasi :

• Arousal, sesuatu yang membangkitkan  drive/dorongan.
• Direct, arah tindakan yang akan diambil.
• Maintenance, seberapa lama seseorang akan bertahan untuk mencapai tujuannya.

Beberapa Pendekatan mengenai Motivasi
• pendekatan tradisional atau dikenal sebagai traditional model of motivation theory.
• pendekatan relasi manusia atau human relation model.
• pendekatan sumber daya manusia atau human resources model.




Perilaku Berkelompok & Komunikasi

Kelompok

“Kumpulan yang terdiri dari dua individu atau lebih yang berinteraksi dan saling bergantungan, yang saling bergabung untuk mencapai tujuan tertentu”.
Tipe Kelompok :

1. Kelompok formal
    - Suatu kelompok kerja yang ditandai dengan struktur organisasi, aturan, fungsi dan lain-lain.
       a. Kelompok Komando (command group) : Kelompok yang tersusun oleh atasan dan bawahan dan ditentukan oleh bagan organisasi
       b. Kelompok Tugas (task group) : Kelompok yang ditetapkan secara organisasional yang bekerja
2. Kelompok informal
- Suatu kelompok yang tidak terstruktur secara formal atau tidak ditetapkan secara organisasi, terdiri dari dua tipe yaitu :
a. Kelompok Kepentingan (interest group) : Kelompok yang bekerja sama untuk mencapai suatu sasaran khusus yang menjadi kepedulian bersama.
b. Kelompok Persahabatan (friendship group) : Kelompok yang bersama-sama karena mempunyai kesamaan karakter.

Kesuksesan Kelompok

> Kondisi Internal
   - Kemampuan anggotanya
   - Ukuran kelompok
   - Tingkat konflik
   - Tekanan informal pd anggota kelompok
> Kondisi Eksternal
   - Strategi organisasi
   - Struktur wewenang/otoritas
   - Aturan formal
   - Sumber daya organisasi
   - Proses seleksi
   - Penilaian prestasi dan sistem imbalan
   - Budaya organisasi
   - Kondisi kerja

Komunikasi

Adalah proses pengiriman ide atau pikiran, dari satu orang kepada orang lain dengan tujuan untuk menciptakan pengertian dalam diri orang yang menerimanya.
Fungsi Komunikasi :

• fungsi kontrol : pengendali perilaku
• fungsi motivasi : faktor meningkatkan motivasi
• fungsi ekspresi perasaan : penyampai perasaan kepada orang lain
• fungsi informasi : penyampai data /informasi, lebih lanjut berguna untuk pengambilan keputusan
Arah Komunikasi :
> Komunikasi vertikal
   - Komunikasi ke bawah (memberi pengarahan, informasi, instruksi, dll)
   - Komunikasi keatas (suplai informasi yang terjadi di tk.bawah: laporan periodik, penjelasan, gagasan, dll)
> Komunikasi Lateral/Horizontal
   - Komunikasi antara anggota dalam kelompok yang sama
   - Komunikasi antara departemen pada tingkatan organisasi yg sama
   - Bersifat koordinatif
> Komunikasi Diagonal

Komunikasi Formal & Informal
> Formal
   - Dikendalikan oleh manajemen
   - Kadang-kadang menghambat proses komunikasi
   - Sebagian besar digunakan dlm penyelesaian tugas
> Informal
   - Tidak dikendalikan oleh manajemen
   - Mudah diterima
   - Digunakan untuk menjalin hubungan lebih erat

Hambatan Komunikasi Efektif
> Hambatan-hambatan organisasional
   - Tingkatan hierarki
   - Wewenang manajerial
   - Spesialisasi
> Hambatan-hambatan antar pribadi
   - Persepsi selektif
   - Status/kedudukan komunikator
   - Keadaan membela diri
   - Pendengaran lemah
   - Ketidaktepatan penggunaan bahasa

Sistem Informasi Terpadu

Enterprise Resource Planning
ERP System adalah sistem informasi bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi. ERP membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.
ERP disebut Back Office System, mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Costumer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain .
·         Sistem ERP secara modular menangani
   proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akunting perusahaan
·      Software ERP biasanya terbagi atas Modul Operasi (modul utama) dan Modul Finansial dan Akunting, Sumber Daya Manusia (modul pendukung ) :
Modul Operasi (Modul Utama)
General Logistics, Sales and Distribution, Materials Management, Logistics Execution, Quality Management, Plant Maintenance, Customer Service, Production Planning and Control, Project System, Environment Management.
·         Modul Finansial dan Akunting (Modul Pendukung)
General Accounting, Financial Accounting, Controlling, Investment Management, Treasury, Enterprise Controlling .
·         Modul Sumber Daya Manusia (Modul Pendukung)
Personnel Management, Personnel Time Management, Payroll, Training and Event Management, Organizational Management, Travel Management.